Taman Nasional Bunaken

Bunaken

Indonesia : Bunaken

Taman Nasional Bunaken

Tentang


Membicarakan tentang Bunaken pasti akan langsung teringat keindahan taman lautnya yang sudah dikenal oleh banyak wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Taman Nasional Bunaken merupakan taman laut yang menjadi pariwisata andalan untuk Provinsi Sulawesi Utara. Taman nasional ini letaknya sekitar 18 km dari Kota Manado. Taman laut Bunaken adalah perwakilan untuk ekosistem laut Indonesia yang terdiri dari terumbu karang, padang rumput laut dan ekosistem pantai. Terdapat 20 titik penyelaman yang kedalamannya berbeda-beda hingga 1.344 m. 12 titik dari 20 titik penyelaman itu berada di Pulau Bunaken. 12 titik inilah yang sering dikunjungi oleh para penyelam dan para pecinta dunia bawah laut. Titik ini berjajar dari bagian tenggara sampai barat laut dari Pulau Bunaken. Tepat di daerah inilah underwater great walls, dinding-dinding raksasa yang berdiri vertikal dan melengkung ke arah atas,  atau yang juga disebut hanging walls bisa ditemukan. Dinding karang ini menjadi sumber makan untuk ikan-ikan yang berada di perairan di sekitar Pulau Bunaken.

Letak Geografis

Letak geografis Taman Nasional Bunaken berada di koordinat antara 01°37’ – 01°37’ LU dan 124°04’ – 124°48’ BU. Didirikan pada tahun 1991, Taman Laut Bunaken terdiri dari wilayah yang luas 890.65 km2. Letaknya berada di segitiga terumbu karang sehingga menjadi rumah bagi sekitar 390 spesies terumbu karang, ikan, reptil, moluska dan mamalia laut. Taman Laut Bunaken terdiri dari 97% habitat laut dan 3% daratan yang meliputi 5 pulau, yaitu Bunaken, Mantehaga, Manado Tua, Siladen, Nain dan berberapa anak pulau yang berada di sekitar pulau-pulau utama. Taman laut ini tepatnya terletak di ujung bagian timur laut Sulawesi. Secara administrasi Taman Laut Bunaken berada di Kecamatan Wori, Kotamadya Manado, di Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara.

Topografi dan Iklim

Taman Nasional Bunaken memiliki kondisi topografi yang bermacam-macam dan wilayah utamanya adalah perairan. Topografi taman laut ini secara umum adalah datar, landai hingga curam. Terdapat beberapa gunung yang sudah tidak aktif lagi di beberapa titik, seperti Gunung Manado Tua. Ketinggian gunung ini sekitar 400 mdpl dan di daerah puncaknya terdapat kawasan hutan lindung.

Untuk iklim, wilayah taman laut ini dipengaruhi oleh iklim muson barat. Selama bulan November hingga bulan Maret diperkirakan akan terjadi angin barat yang membuat laut berombak besar dan disertai hujan. Namun kondisi seperti ini masih cukup aman bagi para wisatawan. Ketika masuk di bulan April hingga bulan Oktober terjadi angin dengan gelombang laut yang cukup tenang serta tidak diikuti dengan hujan. Kisaran curah hujan antara 2.000 – 3.000 mm per tahun. Sementara kelembaban udaranya hingga 50%-68% per tahun dan suhunya 26oC sampai 31oC.

Penduduk

Terdapat 22 desa di wilayah Taman Nasional Bunaken. Adapun jumlah penduduknya kira-kira 35.000 jiwa. Sebagian besar dari penduduk ini bekerja sebagai petani kelapa, pisang, ubi jalar, rumput laut untuk ekspor dan nelayan. Sebagian lain penduduknya ada yang bekerja sebagai pekerja di cottage, pemandu juga nakhoda kapal. Penduduk lokal yang mendiami wilayah ini terdiri dari 7 kelompok etnis. Satu di antaranya adalah Sangihe yang merupakan mayoritas. Selain itu ada juga suku Gorontalo, Bajo, Minahasa, dan Bugis. Mereka berinteraksi dengan baik sehingga kemungkinan friksi sangat kecil.  Bahasa Melayu-Minahasa merupakan bahasa penghubung bagi para penduduk. Sebagian besar dari penduduk pulau beragam Kristen Protestan. Mayoritas kebudayaan didominasi oleh suku Talaud. Hingga kini adat dan tradisi suku Talaud yang masih terjaga adalah selamatan rumah baru yang disebut sebagai upacara Masamper yang dilakukan sambil bernyanyi. Sambil bernyanyi mereka melakukan sejenis tarian yang bernama Tari Ampa Wayer. Umumnya tarian ini disertai dengan minum alkohol. Ada juga adat dari suku Minahasa yaitu Miramba yang berupakan tarian memuja Tuhan. Tarian tradisional dari suku minahasa lainnya adalah tari Cakalele dan Maengket. Tarian ini sering disajikan pada acara resmi kenegaraan, pengukuhan Tonaas atau kepala adat, dan menyambut tamu.

Pariwisata

Sebagai wisata terbaik ketiga di dunia, Taman Nasional Laut Bunaken memiliki taman laut yang indah yang dihuni beragam jenis ikan hias juga ikan duyung. Selain itu ada juga pasir putih di sepanjang wilayah pantai. Untuk menyelam, berjemur, snorkeling dan berenang, tempat di bagian utara taman nasional ini merupakan yang terbaik. Untuk menikmati alam bawah laut , wisatawan bisa menaiki glass bottom boat atau katamaran, sebuah perahu dengan dasar kaca selain snorkeling. Di dalam kawasan menyelam terdapat sebuah bangkai kapal laut yang umurnya sekitar 50 – 60 tahun dan tebing karang. Lokasi untuk menyelam terdapat di Pulau Bunaken, Manado Tua, Mantehage, Nain, Siladen dan dataran Sulawesi.

Akses


Lewat Udara

Untuk sampai ke Bunaken, banyak penerbangan yang mengoperasikan rute domestik ke Manado. Terdapat penerbangan domestik ke Manado dari pusat transit utama seperti Jakarta, Makassar dan Bali dengan Garuda Indonesia, Batik Air, Citilink, dan Lion Air. Kota ini juga memiliki bandara internasional dengan penerbangan langsung ke Kuala Lumpur dan Singapura.

Dari bandara Pengujung bisa menggunakan taksi menuju kanal di sisi utara Pasar Manado. Setelahnya diteruskan dengan kapal motor umum yang menuju Bunaken.

Bandara Internasional Sam Ratulangi

Jalan A.A. Maramis, Manado 95374

Provinsi Sulawesi Utara

Indonesia

Telp. +62 431 814320

 

Lewat Laut

Untuk sampai ke Taman Nasional Bunaken bisa melalui Pelabuhan Manado, Marina Nusantara Diving Centre (NDC) di Kecamatan Molas serta Marina Blue Banter. Dari Pelabuhan Manado, wisatawan dapat menggunakan perahu motor menuju ke Pulau Siladen dengan jarak tempuh sekitar 20 menit, Pulau Bunaken kira-kira 30 menit, Pulau Naen sekitar 60 menit dan Pulau Montehage sekitar 50 menit.

Dari Blue Banter Marina, wisatawan bisa mengunjungi daerah wisata di pulau Bunaken dengan menggunakan kapal pesiar yang tersedia. Waktu tempuh perjalanan sekitar 10 sampai 15 menit, sementara dari pelabuhan NDC ke lokasi penyelaman yang berada di Pulau Bunaken ditempuh dalam waktu sekitar 20 menit dengan menggunakan speed boat.

Transportasi alternatif untuk ke Pulau Bunaken, yaitu dengan menyewa kapal dari Marina juga Pasar Bersehati, waktu perjalanan sekitar 40 menit. Satu kapal bisa memuat sampai 15 orang. Harga sewa perahunya sekitara Rp700.000 – Rp2.000.000 per kapal.

Pilihan lainnya adalah kapal Katamaran. Kapal ini bagian tengahnya dipasangi kaca besar yang tembus pandang sehingga wisatawan bisa melihat pemandangan bawah laut saat dalam perjalanan menuju ke Taman Nasional Bunaken.

 

Lewat Darat

Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, wisatawan bisa menggunakan angkutan umum ke terminal Pal 2. Perjalanan diteruskan dengan kendaraan umum menuju pasar 45. Lama perjalanan sampai ke dermaga Kuala Jengki sekitar 15 menit. Jarak taman nasional dari dermaga Kuala Jengki hanya kira-kira 45 menit.

Dari Kuala Jengki, taman nasional hanya berjarak sekitar 45 menit saja. Rasa lelah akan terganti ketika sampai di surganya menyelam dunia ini. Perjalanan menggunakan moda air ini pun cukup terjangkau, yakni Rp30.000 untuk sekali jalan dengan kapal motor cepat.

Transportasi


Kapal motor umum, angkutan ini mematok tarif sekali jalan sebesar Rp12.000 per orang. Selain itu, ada biaya tambahan yang jumlahnya cukup kecil, sebesar Rp. 1.000 per orang ketika memasuki pelabuhan. Kapal motor ini berangkat pada pukul 14:00 tiap Senin hingga Sabtu. Jika ada air pasang atau kendala lainnya akan ada penundaan selama kira-kira 1 jam. Karena kapal ini merupakan kapal reguler, jadi tak mengherankan jika kapal ini juga mengangkat barang kargo seperti minyak goreng, bensin, beras, bahan bangunan, bahan makanan dan lain-lain.

Perahu Sewaan , pengunjung bisa menyewa perahu pribadi. Tarifnya sekitar Rp400.000 dan cukup 30 menit saja sudah sampai Taman Nasional Bunaken. Tarif sewa perahu motornya ada juga yang Rp600.00 – Rp700.000 yang bisa mengangkut 15 orang lebih.

Berikut ini beberapa perahu sewaan:

  • Mutiara

Telepon: 0813 40033681

Keterangan: mempunyai speed boat yang bisa mengangkut 7 orang dan perahu yang memiliki kapasitas 15 penumpang.

  • Camelia

Telepon: 0813 40025343, 0852 4088423

Keterangan: mempunyai speed boat yang bisa mengangkut 7 orang serta perahu dengan kapasitas 15 orang.

  • Oikano Ocean Sport

Telepon: 0813 89990270

Keterangan: mempunyai speed boat yang bisa mengangkut 4 orang dan perahu untuk kapasitas lebih dari 75 orang.

Kapal pesiar, kapal internasional juga antar provinsi umumnya berlabuh di Pelabuhan Bitung yang jaraknya sekitar satu jam dari pusat kota Manado.

Kapal Katamaran, kapal ini memiliki bagian yang tertutupi kaca supaya bisa melihat kedalaman laut tanpa harus snorkeling atau diving ketika tiba di kawasan Bunaken. Tarifnya lebih mahal dibandingkan kapal biasa. Untuk kapasitas 15-30 orang tarifnya sekitar 1,5.

Perahu Taksi Bunaken, merupakan kapal yang dimiliki warga Bunaken yang bersandar di Manado. Biaya perahu taksi ini lebih murah Rp30.000 per orang. Perahu ini tidak untuk carter pulang-pergi. Perahu ini biasanya berangkat ke Bunaken di setelah pukul 12 siang kemudian bersandar di Pantai Pangalisang, pintu masuk utama Bunaken. Perahu akan kembali pada keesokan harinya, kira-kira pukul 07.00 WITA. Jadi jika menggunakan kapal ini, wisatawan harus bermalam.

Ojek adalah kendaraan bermotor dari transportasi di sekitar pulau tetapi pengunjung didorong untuk berjalan.

Destinasi


Pulau Bunaken, merupakan salah satu pulau utama yang namanya diambil menjadi nama taman laut terkenal di Sulawesi Utara. Jika ingin berkunjung ke pulau ini, wisatawan harus menggunakan transportasi laut berupa speed boat atau kapal sewa. Dari Pelabuhan kota Manado waktu tempuhnya sekitar 30 menit. di sekitar Pulau Bunaken Ada 12 titik selam atau dive spot dari total 20 titik di Taman Nasional Bunaken. 12 titik tersebut adalah lokasi penyelaman yang paling sering dikunjungi. Kedalamannya hingga lebih dari 1.000 meter di bawah permukaan laut. kedua belas spot tersebut di antaranya lekukan 1, lekukan 2, lekukan 3, Tanjung Parigi, Mandolin, Ron’s Point, Sachiko Point, Muka Kampung, Bunaken Timur dan juga Pangalisang.

Pulau Manado Tua, untuk bisa sampai di Pulau Manado Tua, wisatawan bisa naik kapal motor dengan lama perjalanan sekitar satu jam. Pulau memiliki sedikit perbedaan dengan keempat pulau lainnya yang berada di sekitar wilayah Taman Nasional Bunaken karena di sini terdapat gunung api dengan pepohonan hijau yang tumbuh rindang di sana. Suku Bowontehu merupakan salah satu daya tarik dari pulau ini. Suku ini menetap di kawasan ini pada tahun 1623. Nama pulau ini saat itu adalah Pulau Manarow ketika masih ditinggali oleh  Bowontehu. Nama itu berasal dari etnis Sangir Tua. Terdapat tiga titik penyelaman yang terkenal di sekitar pulau ini, yaitu Buwalo, Pangalingan, dan Negeri Tanjung Kopi.

Pulau Nain, pulau ini sama dengan pulau utama lainnya masuk dalam segitiga terumbu karang yang berada di Taman Nasional Bunaken. Secara administrasi, Pulau Nain masuk ke Kecamatan Wori, Minahasa. Salah satu hal yang menarik dari Pulau Nain adalah warna pasir pantainya. Warnanya putih bersih karena pengelolaannya baik. Pasir di panti ini terlihat indah berpadu dengan air laut yang jernih berwarna toska sehingga wisatawan bisa menyaksikan terumbu karang yang di bawah laut tanpa perlu menyelam. Di sini juga terdapat pasir timbul yang terkenal. Suku Bajo adalah penghuni pulau ini. Pulau Nain juga memiliki titik penyelaman yaitu Batu Kapal dan Jalur Air.

Pulau Mantehage, pulau ini  adalah pulau terluar dari wilayah Taman Nasional Bunaken. Kondisi pulau ini sedikit berbeda dengan pulau lainnya karena cenderung datar dan landai. Pulau ini juga mempunyai hutan bakau yang luas areanya hampir sama dengan area daratannya. Untuk menyusuri hutan bakau, pengunjung bisa menyewa kapal. Saat menyusuri hutan bakau, sesekali pengunjung akan berjumpa dengan beragam burung eksotis, contohnya raja udang dan pekaka bua-bua yang dikenal memiliki suara yang khas. Ada juga satwa seperti kuskus dan tarsius yang dikenal sebagai hewan pemalu yang hanya aktif saat malam hari. Wisatawan juga bisa melakukan aktivitas menyelam. Keindahan alam bawah lautnya pasti membuat banyak pengunjung jadi takjub. Untuk titik penyelaman, Pulau Mantehage memiliki Bango dan Tangkasi sebagai spot untuk menyelam.

Pulau Siladen, terletak di bagian timur Taman Nasional Bunaken, Pulau Siladen mempunyai luas sekitar 31,25 hektar. Kondisi yang sangat tenang serta damai membuat Pulau ini menjadi terkenal meskipun di sini terdapat banyak penginapan. Pulau Siladen menjadi tujuan wisatawan yang ingin menyepi dari keramaian. Di sini terdapat fasilitas perahu kataraman untuk menjelajahi taman laut. Ada juga diving center dan beragam tempat makan. Wisatawan umumnya senang berjemur atau menyelam karena di pulau ini terdapat dua titik penyelaman, yaitu Siladen 1 dan 2. Selain menyelam, aktivitas snorkeling dan berfoto di bawah laut juga digemari pengunjung.

Bunaken Timor, titik menyelam yang terbaik dan direkomendasikan di Bunaken adalah Bunaken Timur. Namun karena arus bawah lautnya yang kuat, jadi penyelam harus berhati-hati. Lokasi ini memiliki pemandangan terumbu karang serta banyak spesiesnya ikan. Terkadang jika beruntung penyelam bisa menyaksikan hiu, pari elang, penyu dan beberapa spesies ikan besar lainnya. Ada juga gua-gua kecil bawah laut yang menakjubkan.

Mandolin, di spot menyelam ini pengunjung bisa menemukan ikan-ikan  yang hidup bergerombol di antaranya surgeonfish, unicornfish, ikan penembak dan bannerfish. Semua ikan ini jinak sehingga bisa didekati. Pengunjung juga bisa menyaksikan dinding juga puncak batu karang alami.

Muka Gereja, titik menyelam yang satu ini mempunyai pemandangan taman laut yang menakjubkan. Walaupun di perairan dangkal pun pengunjung bisa menyaksikan ikan lucu berwarna-warni. Di sini pun pengunjung bisa menyaksikan ikan badut atau yang sering kita kenal dengan nama nemo. Jika beruntung, pengunjung pun bisa menyaksikan tip reef shark yang berada di gua bawah laut.

Puncak Barakuda, tempat ini merupakan titik penyelaman di Bunaken. Spot menyelam ini merupakan salah satu tempat wisata Indonesia yang sudah terkenal hingga ke seluruh dunia. Selain itu, titik ini juga mempunyai arus yang terbentuk dari posisinya yang terletak di pergantian antara wilayah berpasir dengan wilayah terumbu karang. Letak titik ini ada di bagian barat laut Bunaken. Hal menarik dari titik Puncak Barakuda adalah adanya gerombolan barakuda dengan ukuran yang cukup besar maka tak heran jika titik ini dinamai Puncak Barakuda. Pengunjung juga bisa menyaksikan ikan tuna serta jack.

Reruntuhan  Kapal di Manado, bangkai kapal yang berada di bawah laut ini mempunyai ukurang sekitar 60 meter dan terletak di kedalaman sekitar 23 meter di dasar laut. Kapal ini merupakan kapal Jerman yang tenggelam di sekitar tahun 40-an di Pantai Molas. Tak hanya melihat bangkainya, para pengunjung juga bisa melihat ruang kemudi serta pegangan kargonya. Kini karang-karang indah tumbuh di kapal ini.

Tanjung kopi, satu lagi titik penyelaman favorit di Bunaken. Yang menarik dari tempat ini adalah keberadaan tembok yang menjadi spot yang disenangi oleh ikan barakuda serta sweatlip. Penyelam bisa menemukan ikan-ikan tersebut di tembok itu. Tidak seperti Siladen, jarak pandang yang ada di titik penyelaman di sini kurang jelas. Karenanya pemandangan di sini jadi terlihat kurang menarik serta tak mudah untuk diabadikan oleh kamera. Di sini terdapat beberapa ikan  contohnya nudi branch dan kan api gobi.

Tembok Lekuan, titik penyelaman ini adalah sebuah tembok yang memiliki ukuran yang cukup panjang. Terdapat tiga bagian di tempat ini yang diberi nama Tembok embok Lekuan I, Lekuan II, dan Lekuan III. Dinding-dinding di sini cukup curam juga mempunyai celah-celah yang cukup dalam. Yang unik dari tempat ini adalah keberadaan kipas angin laut dan juga spons raksasa yang mungkin tidak bisa dengan mudah ditemukan di titik penyelaman yang lain. Di sini juga terdapat jenis penyu laut dan ikan kakak tua besar.

Aktivitas


Menyelam, aktivitas menyaksikan terumbu karang dan beragam jenis ikan juga biota laut ini adalah aktivitas yang paling digemari di sini. Penyelam harus memiliki lisensi diving dan didampingi pemandu. Bunaken memiliki banyak titik penyelaman yang terkenal dan indah.

Snorkeling, jika tak bisa menyelam, pengunjung masih bisa menyaksikan terumbu karang serta ikan-ikannya juga keunikan biota laut di daerah perairan dangkal dengan ber-snorkeling.

Mengamati burung, tak hanya menyaksikan keindahan bawah laut, pengunjung juga bisa mengamati burung yang terdapat di Taman Nasional Bunaken.

Mengamati migrasi cetacea. tercatat ada 14 jenis paus dan lumba-lumba berdasar data Taman Nasional Bunaken. Mereka melintasi wilayah Taman Nasional Bunaken untuk migrasi. Diantara yang melintas adalah paus sperm dan paus pemburu.

Berwisata budaya, pengunjung yang datang ke kawasan Taman Laut Bunaken bisa mempelajari masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut lebih dari enam generasi. Sebagian masyarakat tersebut berasal dari suku Sanger-Talaud, selain Bajo, Minahasa, juga Gorontalo. Mereka masih bisa mempertahankan budaya dan tradisi mereka, contohnya masamper, mapalus, tari kabasaran dan tradisi-tradisi lainnya.

Memancing dan berenang, pengunjung bisa memancing di area yang diperbolehkan. Sedangkan untuk berenang, pengunjung bisa berenang di perairan pantai dangkal.

Memberi makan ikan di terumbu karang, untuk yang tak terlalu suka menyelam, pengunjung bisa menikmati keindahan alam laut Bunaken dengan ber-snorkeling sambil memberi makan ikan yang berenang. Kamera bawah air jangan sampai dilupakan saat akan snorkeling.

Menyaksikan Paus dan Lumba-lumba, melihat lumba-lumba dan paus di habitat aslinya bisa dilakukan dengan cara menyewa kapal yang bisa mengantar pengunjung ke tengah laut mendekati ke tempat pemunculan mamalia laut tersebut.

Menyaksikan matahari terbenam, menyaksikan pemandangan matahari terbenam di cakrawala di Bunaken jangan sampai dilewatkan.

Belanja


Visitor Centre di Pantai Liang, di sini terdapat lapak-lapak penjual suvenir seperti kaos yang bertuliskan Bunaken, cidera mata Tarsius khas Sulut, dan cinderamata lainnya.

Pulau Bunaken dan kawasan Taman Laut Bunaken, terdapat kios-kios yang menjual pakain-pakain yang bertuliskan Bunaken, Manado, dan Divers. Pengunjung juga bisa membeli kerajinan tangan dari kulit kerang atau terumbu karang.

Kuliner


Indonesia kaya akan beragam kuliner, salah satunya dari Kabupaten Minahasa yang terkenal dengan Bunakennya.  Berikut ini adalah kuliner khas Minahasa:

Nasi Jaha, kuliner khas Minahasa ini yang tidak boleh dilewatkan saat singgah ke Sulawesi Utara. Kuliner ini berbahan dasar beras ketan yang dicampur santan serta rempah-rempah. Sesudahnya, nasi dimasukkan pada sebilah bambu yang sudah dilapisi daun pisang kemudian dibakar sampai matang sempurna. Cara pembuatan nasi Jaha juga cukup rumit karena butuh takaran yang pas supaya rasanya nikmat. Jika rempah terlalu banyak, nasi akan jadi pahit tapi jika kekurangan rempah, nasi akan tawar karena.

Cakalang Fufu, Fufu yang berarti asap dalam bahasa lokal, hidangan berbahan dasar ikan cakalang yang diawetkan ini diolah dengan cara diasapi sampai teksturnya mengeras. Setelahnya ikan akan diolah jadi berbagai masakan. Cakalang Fufu dibuat dengan cara menjepit ikan dengan bambu. Ikan tersebut sebelumnya sudah diberi bumbu khas kemudian baru diasap sampai matang. Selain ikan cakalang, ada juga yang menggunakan ikan tongkol karena ikan ini dagingnya padat jadi pas bila diasap. Cakalang Fufu bisa jadi oleh-oleh karena memiliki rasa yang lezat dan khas serta bisa disimpan lama.

Tinutuan,  dikenal juga dengan sebutan bubur khas Manado, kuliner khas Minahasa ini merupakan panganan yang berisi bermacam sayuran tapi tidak diberi daging. Hal ini membuat tinutuan jadi makanan yang sehat juga banyak digemari. Makanan ini berasal dari kata Tuutu yang artinya nasi atau bubur. Dalam satu porsi tinutuan terkandung serat, karoten dan antioksidan yang tinggi. Karena bubur ini merupakan campuran dari beras, labu kuning, ubi, bayam, kemanggi, kangkung dan jagung manis juga.

Tinoransak, selalu hadir dalam acara upacara suku Minahasa Tinoransak atau juga disebut tinorangsang adalah kuliner dengan bahan dasar daging dengan rasa yang pedas. Umumnya tinoransak memakai daging babi tapi juga bisa memakai daging sapi, ayam, atau ikan. Akan semakin enak jika tinoransak disantap dengan nasi jaha yang gurih. Saat ini Tinoransak yang menggunakan daging ayam sebagai bahan dasarnya juga semakin terkenal sehingga bisa disantap oleh semua orang. Tampilannya mirip dengan olahan khas Padang karena penggunaan cabai rawit dan juga cabai hijau yang banyak.

Kue Klappertaart, kue ini memiliki sejarah yang panjang karena kue ini berhubungan dengan masa penjajahan Belanda. Klappertaart dibawa oleh para pedagang Belanda dan banyak beredar di Minahasa dan beredar terbatas di Manado. Kue Klappertaart asalnya dari kata Klapper yang artinya kelapa dan Tart berarti kue jadi klappertaart secara harfiah adalah kue kelapa. Menggunakan bahan dasar terigu, kelapa, susu, mentega dan telur serta ditambah cincangan kenari membuat makanan ini sangat nikmat. Tambahan bubuk kayu manis membuat rasa rempah dalam klappertaart semakin kuat.

Kolombi Woku, terbuat dari daging siput, kolombi woku merupakan salah satu makanan dari Minahasa Di danau Tondano, populasi siputnya banyak dan oleh warga setempat disebut “kolombi”. Olahan daging siput bisa dibuat jadi sate siput kolombi woku santan. Rasanya sate ini pedas sehingga membuat orang yang memakannya ketagihan. Sate ini nikmat disantap dengan nasi hangat.

Sambal Roa, dikenal sebagai penggemar makanan pedas, makanan khas Minahasa rasanya pedas. Sambal Roa adalah salah satu sambal yang sangat terkenal dari Minahasa. Bahannya menggunakan berbagai bumbu dan ditambah ikan roa yang sudah dihaluskan. Selain pedas, sambal ini juga terasa gurih sehingga banyak sekali dicari.

Mie cakalang, olahan mi yang diberi kuah cakalang ini adalah kuliner khas Manado. Kuliner ini terdiri dari mi kuning, caisim, ikan cakalang, kubis, daun bawang, cabai, bawang putih dan bawang merah. Mie cakalang bisa ditemui di setiap sudut kota Manado dan harganya terjangkau.

Dabu-dabu, sejenis sambal dari Sulawesi Utara yang umumnya dihidangkan dengan ikan atau bubur Manado. Dabu-dabu berisi irisan cabai merah, bawang merah, rawit, jeruk nipis, tomat, garam dan kemangi. Varian dari dabu-dabu ada dabu dabu iris, dabu dabu lilang, dabu dabu bakar, serta dabu dabu lemong.

Pangi, olahan daun kluwak yang dimasak dengan rempah dan bahan lain ini sering muncul dalam acara seperti ulang tahun, pernikahan, baptisan, dan lain-lain. Biasanya penduduk Manado memasak sayur daun pangi bersama dengan campuran daging, darah babi, dan lemak. Tak harus selalu daging babi, bisa juga diganti dengan sapi, ikan, atau ayam.

Brenebon, olahan sup kacang merah bisa ditemui dengan mudah di daerah Minahasa. Makanan ini berbahan dasar kacang merah serta sayuran dan dihidangkan dalam kuah kaldu daging yang dibumbui rempah seperti bawang putih, bawang merah, garam, merica, gula pasir, pala, juga cengkih.

Panada, camilan ini mirip dengan pastel bentuknya hanya saja isinya suwiran ikan cakalang yang dimasak dengan cabe merah, bawang merah, kemangi, daun jeruk, daun bawang. Panada ada di daerah Minahasa semenjak kedatangan bangsa Spanyol di wilayah ini.

Dodol Amurang, pernampilannya mirip dengan jenang dari Kudus, dodol amurang dibuat dari bahan campuran gula aren dengan beras ketan kemudian dimasak di atas api panas. Biasanya dodol amurang diberi taburan kacang kenari agar tambah lezat. Dodol ini merupakan bentuk syukur masyarakatnya untuk hasil panen yang diperoleh.

Bagea Kenari, makanan ini terkenal di daerah Sulawesi hingga daerah kepulauan Maluku serta Maluku utara. Di Sulawesi Utara, terutama di Manado, bagea juga sangat terkenal. Rasa bagea kenari sangat nikmat ditambah dengan aroma kayu manis dan tekstur yang renyah. Bagea kenari terasa lebih nikmat disantap dengan secangkir kopi atau teh.

Nasi Kuning Woka, nasi kuning ini hanya ada di Manado. Seporsi nasi kuning diberi taburan abon cakalang, bihun bawang goreng, dan ubi talas kriuk. Daun pohon woka yang digunakan sebagai pembungkus makanan memiliki aroma khas sehingga menambah rasa pada nasi kuning Woka.

Ayam isi buluh, sajian kuliner Manado ini diolah dengan buluh. Buluh adalah bambu yang umumnya digunakan sebagai bahan pembuat makanan. Berbahan dasar ayam yang dipotong-potong kecil, ayam isi buluh ini dibumbui cabai rawit, kunyit kunyit, jahe dan sereh. Karena pengolahanya memakai daun kemangi, jeruk, daun bawang dan kunyit, makanan ini memiliki aroma yang menggugah selera. Ayam dan bumbunya lalu ditumis kemudian dibungkus daun pisang.

Kuah Ikan Asam, makanan ini menggunakan ikan laut segar kemudian diberi bumbu sehingga berasa asam dan segar. Rasa kuah ikan asam pedas dan dapat dijumpai di beberapa restoran di kota Manado.

Gohu, makanan ini hanya ada di Manado dan sekitarnya. Gohu dibuat dari daging buah pepaya yang mengkal kemudian diiris kecil memanjang. Kudapan ini sangat disukai masyarakat yang ada di Manado.

Halua kenari, bentuknya seperti gula-gula kacang, halua kenari rasanya manis serta gurih. Kedua rasa ini muncul dari kenari kupas yang merupakan bahan utamanya. Cita rasa manis berasal dari paduan gula merah dan buah kenari.

Pala manis, biasanya makanan ini dijadikan camilan dalam berbagai kegiatan kumpul keluarga atau kerabat oleh warga kota Manado. Berbahan dasar pala, manisan ini diolah dengan cairan gula sebagai pemanis dan memberi efek kilap di permukaan luarnya.

Kue Lampu-lampu, kue ini adalah salah satu makanan wajib penduduk Manado di bulan puasa. Bentuknya sangat unik dengan ciri khas rasanya yang manis. Bahan dasarnya adalah tepung terigu, tepung beras, santan, dan gula merah. Diolah dengan cara dikukus dan bebas dari kolesterol.

Kacang goyang, seperti namanya, camilan ini terbuat dari kacang tanah. Salah satu tempat yang menjadi pusat kuliner kacang goyang berada di Kelurahan Motoboi Kecil, Kecamatan Kotamobagu Selatan.

Penginapan


Terdapat pemukiman di empat dari lima pulau di Taman Nasional Laut Bunaken-Manado Tua. Namun wisatawan hanya bisa menemukan resor di pulau Bunaken dan Siladen. Bunaken merupakan pulau paling populer untuk pariwisata, namun ada banyak hal yang bisa dinikmati di Siladen.

Pulau Bunaken memiliki berbagai macam akomodasi. Ada 13 resort dan homestay di Bunaken mulai dari guesthouse hingga homestay dan resort mewah. Hanya beberapa resor di pulau yang terdaftar di situs pemesanan.

Siladen jauh lebih kecil dari Bunaken. Hanya ada beberapa resor di pulau itu dan semuanya inklusif. Ada dua resor mewah di Siladen.

Kota Manado memiliki banyak hotel yang bisa dijadikan tempat menginap, sehingga wisatawan bisa memesan paket tiket harian untuk tiba di Pulau Bunaken.

Darurat


Polisi

No Polsek Bunaken: (0431) 7192664

Telepon: +62 431 840690

website: polsek-bunaken.business.site/

 

Rumah Sakit

Rumah Sakit RSUD Maria Walanda Maramis: 0431-892811

Email                   : methu_ikm02@yahoo.com

 

Rumah Sakit RS Hermana: 0431-891020

Telepon Humas   : 8124469768

No Fax                 : 0431-891690

Email                   : rshermana@gmail.com

 

Rumah Sakit RS Tonsea: 0431-3174985

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *