Bromo

Bromo

Indonesia : Bromo

Bromo

Tentang


Gunung Bromo merupakan salah satu gunung di Indonesia yang sudah terkenal hingga ke mancanegara. Objek wisata ini merupakan satu wisata favorit di kota Malang Jawa Timur. Objek wisata, pasir berbisik yang ada di kawasan Gunung Bromo pun menjadi salah satu lokasi syuting film dengan judul yang sama yaitu Pasir Berbisik yang dibintangi oleh Christine Hakim dan Dian Sastro. Bromo juga terkenal dengan Suku Tenggernya yang memiliki budaya dan bahasa sendiri yang unik serta perayaan keagamaannya yang banyak menarik minat wisatawan. Meskipun gunung ini dianggap sebagai ikon kota Malang, sebenarnya Gunung Bromo terletak di empat kabupaten.

Administrasi dan Letak Geografis

Gunung Bromo berada di Provinsi Jawa Timur. Gunung ini secara geografis, berada di empat wilayah Kabupaten, yaitu Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan, Kapupaten Probolinggo, dan Kabupaten Lumajang. Oleh karena lokasinya yang berada di empat kabupaten tersebut, Gunung Bromo sangat mudah diakses dengan menggunakan transportasi dari beragam penjuru kota di Jawa Timur.

Posisi geografis Gunung Bromo berada di 8°06′ Lintang Selatan dan 120°55′ Bujur Timur. Posisinya tepat berada di antara wilayah administrasi Kabupaten Lumajang dan Malang. Namun karena posisinya ini Gunung Bromo ini dijadikan sebagai perbatasan 4 wilayah kabupaten di Jawa Timur oleh pemerintah.

Ketinggian gunung ini mencapai 2.300-an mdpl. Gunung Bromo adalah salah satu gunung api yang masih aktif yang memiliki bentuk tubuh ngarai serta lembah dengan 10 km² lautan pasir. Kawahnya berupa lingkaran besar yang ukurannya sekitar 4 km.

Gunung Bromo (dari bahasa Sanskerta: Brahma, salah seorang Dewa Utama dalam agama Hindu) atau dalam bahasa Tengger dieja “Brama”, adalah sebuah gunung berapi aktif di Jawa Timur, Indonesia. Gunung ini memiliki ketinggian 2.329 meter di atas permukaan laut dan berada dalam empat wilayah kabupaten, yakni Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Malang. Gunung Bromo terkenal sebagai objek wisata utama di Jawa Timur. Sebagai sebuah objek wisata, Bromo menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif. Gunung Bromo termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Gunung Bromo memiliki bentuk tubuh yang bertautan antara lembah dan ngarai dan miliki kaldera atau lautan pasir yang luasnya kira-kira 10 km2. Garis tengah kawah dari Gunung Bromo kurang lebih 800 meter (utara-selatan) serta kurang lebih 600 meter (timur-barat). Sementara daerah bahayanya berbentuk lingkaran yang memiliki jari-jari 4 km dari pusat kawah Gunung Bromo. Gunung Bromo selama abad 20 dan abad 21, sudah meletus sebanyak beberapa kali, dengan interval letusannya teratur, yakni 30 tahun. Letusan hebat Gunung Bromo terjadi pada tahun 1974, sementra letusan terakhir terjadi pada tahun 2015-sekarang.

Iklim

Kawasan wisata Gunung Bromo memiliki suhu yang menyegarkan disepanjang hari tapi langsung berubah jadi dingin pada malam hari. Suhu bisa turun hingga nol saat musim kemarau dan di musim hujan suhunya tak peranah lebih dari 5oC. Suhu siang hari tak pernah lebih dari 20°C. Suhu rata-rata berkisar antara 5oC – 22oC. Suhu terendah terjadi pada saat dini hari di puncak musim kemarau antara 3oC – 5oC bahkan di beberapa tempat sering bersuhu di bawah OoC (minus). Sedangkan suhu tertinggi berkisar antara 20oC – 22oC.

Penduduk

Penduduk di sekitar Gunung Bromo adalah Suku Tengger merupakan penduduk asli. Suku Tengger berbeda dengan penduduk Jawa Timur lainnya mempunyai kepercayaan, budaya, dan bahasa yang unik dan kontras. Antara penduduk suku Tengger dengan Gunung Bromo bisa dikatakan memiliki ikatan mistis.

Asal-usul Suku Tengger

Arti Tengger berarti pegunungan yang mengindikasikan di mana mereka tinggal. ‘Tengger’ juga memiliki arti yang lain. Kata ini berasal dari kalimat Tenggering Budi Luhur yang artinya budi pekerti yang luhur. Ini menggambarkan watak dari penduduk Suku Tengger yang seharusnya.

Dalam buku berjudul “Hindu Javanese: Tengger Tradition and Islam”, Robert W. Hefner, sang penulis menyebutkan bahwa penduduk Suku Tengger adalah keturunan para pengungsi yang berasal dari Kerajaan Majapahit. Ketika Kerajaan Majapahit yang mulai melemah pada abad ke-16, penduduk Suku Tengger mengungsi ke Pulau Bali untuk menyelamatkan diri. Yang lainnya, memutuskan untuk menempati wilayah di sekitar pegunungan di Jawa Timur. Mereka pun mengisolasi diri dari dunia luar. kondisi sosial Suku Tengger berbeda karena mereka mengisolasi diri selama bertahun-tahun dari  luar. Saat hampir semua peradaban Jawa yang lain sudah didominasi oleh ajaran Islam, hanya Suku Tengger yang masih mempertahankan kepercayaan para leluhurnya yang  berasal dari Majapahit. Para leluhur Suku Tengger diketahui menganut aliran kepercayaan Siwa-Budha yang akhirnya berkembang jadi agama Hindu yang dianut oleh Suku Tengger saat ini.

Bahasa pun sama. Saat di era modern bahasa Jawa berkembang, masyarakat suku Tengger masih berbicara dalam dialek Bahasa Kawi dan ada beberapa kosakata Jawa Kuno yang saat ini sudah tidak digunakan lagi. Hal inilah yang membuat orang-orang Suku Jawa lainnya kesulitan untuk bisa memahami Bahasa Tengger. Sistem penanggalan Tahun Saka yang digunakan suku Tengger merupakan hasil adopsi dari sistem penanggalan Hindu. Oleh karena itu, sistem penanggalan Suku Tengger hampir sama dengan penanggalan tradisional Jawa ataupun Bali. Dalam satu tahun, ada dua belas bulan. Nama-nama bulan tersebut di antaranya, Kasa, Karo, Katiga, Kapat, Kalima, Kanem, Kapitu, Kawolu, Kasanga, Kasadasa, Dhesta, dan Kasadha. Satu bulan terdiri dari tiga puluh hari. Sistem penanggalan ini yang digunakan untuk menentukan waktu penyelenggaraan upacara-upacara adat Suku Tengger.

Upacara Yadnya Kasada

Upacara Yadnya Kasada merupakan salah satu hal unik dari Suku Tengger yang sangat terkenal. Acara ini merupakan upacara yang diselenggarakan di tiap tanggal 14 bulan Kasadha. Pada upacara tersebut, masyarakat Suku Tengger tak hanya berdoa kepada Tuhan, mereka juga menyerahkan kurban berupa hewan ternak juga hasil tani contohnya sayuran dan buah-buahan yang dibawa menuju kawah Gunung Bromo. Tujuan dari upacara tersebut adalah untuk memohon keselamatan dan berkah. Upacara ini menjadi atraksi wisata yang banyak diminati wisatawan yang datang ke Gunung Bromo.

Upacara potong rambut

Upacara potong rambut untuk laki-laki disebut upacara Tugel Kunung dan untuk anak perempuan disebut Tugel Gombak. Acara potong rambut ini dilakukan sebagai ritual membuang kala atau sial. Berharap agar anak yang rambutnya dipotong bisa terhindar dari halangan, sehingga bisa mendapatkan kehidupan yang luhur.

Hari Raya Karo

Hari Raya Karo berasal dari kata Karo, bahasa Jawa Kuno yang artinya kedua. Upacara Karo diselenggarakan tiap bulan kedua berdasarkan hitungan penanggalan masyarakat Tengger. Meskipun tak sepopuler Yadnya Kasada, sesungguhnya upacara ini adalah perayaan ritual terbesar masyarakat Tengger. Tujuannya adalah untuk memeringati terciptanya alam semesta juga penghormatan kepada para leluhur. Tahapan ritualnnya, antara lain Sodoran, yaitu sebuah tarian yang tujuannya untuk mengingatkan supaya manusia selalu mengingat Sang Pencipta agar mereka hidup selalu berjalan lurus seperti halnya sodor yang diarahkan ke depan.

Pariwisata

Salah satu destinasi wisata yang paling terkenal di Gunung Bromo adalah kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Di kawasan ini terdapat beberapa destinasi wisata yang eksotis. Diakibatkan oleh aktivitas vulkanik Gunung Tengger maka menghasilkan fenomena alam yang unik dan terbentuklah 5 gunung baru:

  • Gunung Bromo dengan tinggi 2.392 mdpl
  • Gunung Widodaren dengan tinggi 2.614 mdpl
  • Gunung Batok dengan tinggi 2,40 mdpl
  • Gunung Kursi dengan tinggi 2.581 mdpl
  • Gunung Watangan dengan tinggi 2.601 mdpl

Selain itu, Gunung Bromo juga memiliki objek wisata lain yang juga terkenal seperti, kawah Bromo, Bukit Teletubbies, pasir berbisik, bukit cinta, Pura Luhur Poten dan Air Terjun Madakaripura. Kuliner yang terkenal di sekitar Gunung Bromo adalah Sawut Kabut Bromo, Nasi Aron dan Iga Pasir Bromo.

HTM  Wisata Gunung Bromo

Berikut ini adalah harga terbaru tiket masuk wisata Gunung Bromo:

Harga Tiket Masuk Wisatawan

Harga Tiket                         Weekday             Weekend

Turis Domestik                  Rp29.000              Rp34.000

Turis Mancanegara          Rp220.000           Rp320.000

Harga Tiket Parkir Kendaraan

Kendaraan Roda 4           Rp10.000

Kendaraan Roda 2           Rp5.000

Sepeda                                 Rp2.000

Kuda                                      Rp1.500

*Harga tiket sewaktu-waktu bisa berubah.

Akses


Bagi pengunjung yang berasal dari luar kota atau luar provinsi bisa menggunakan pesawat, kereta api, atau bus menuju ke dua kota besar di Jawa Timur, yakni Surabaya dan Malang.

Lewat Udara

Dari Surabaya

Pengunjung bisa berangkat menuju Bandar Udara Internasional Juanda di Surabaya. Setibanya di Surabaya, kemudian cari terminal Purbaya atau Terminal Bungurasih kalau menurut orang Surabaya. Naiklah bus yang ke arah kota Probolinggo. Tiba di Probolinggo, perjalanan bisa dilanjutkan dengan mnggunakan mobil rental untuk bisa mencapai Gunung Bromo. Tak tersedia kendaraan umum untuk dinaiki menuju Bromo.

Dari Malang

Di Malang terdapat Bandara Abdul Rachman Saleh yang merupakan bandara regional kecil dengan penerbangan dari Jakarta dan Bali. Perjalanan diteruskan dengan bus. Rute busnya Malang – Pasuruan – Probolinggo.

Lewat Darat

Bus

Jika pilihan lajur darat, terdapat bus yang melayani rute ke Gunung Bromo adalah bus Gunung Harta, Lorena dan Medali Emas. Kemudian perjalanan dilanjutkan dengan menaiki kendaraan umum menuju Terminal Bayu Angga. Selanjutnya naiklah angkutan desa yang menuju Comoro Lawang.

Kereta Api

Dari Stasiun Malang

Naiklah kereta yang menuju Stasiun Malang. Dari stasiun perjalanan dilanjutkan menuju Terminal Arjosari dengan menggunakan angkutan umum.  Dari Terminal Arjosari, perjalanan dilanjutkan menuju Terminal Bus Bayu Angga Probolinggo dengan menggunakan angkutan umum. Kemudian pindah kendaraan menggunakan angkutan desa menuju Cemoro Lawang, Ngadisari.

Dari Stasiun Probolinggo

Naiklah kereta yang menuju Stasiun Probolinggo. Perjalanan diteruskan menuju Terminal Bus Bayuangga Probolinggo. Setelah itu naik bemo untuk memasuki Cemoro Lawang. Bemo ini hanya akan berangkat setelah terisi 15 orang.

Akses Menuju Gunung Bromo

Dari kota Surabaya menuju Taman Nasional Bromo Tengger Semeru bisa ditempuh dari 4 jalur, yakni Malang, Probolinggo, Pasuruan serta Lumajang. Akses menuju Bromo bisa dilalui dengan mobil pribadi.

Jalur dan Rute ke Bromo dari Surabaya

Surabaya – Malang – Tumpang – Gubugklakah – Ngadas – Jemplang – Savana Bukit Teletubbies – Lautan  Pasir – G. Bromo

Surabaya – Pasuruan – Warungdowo – Tosari – Wonokitri – Dingklik – Penanjakan – Laut Pasir – G. Bromo

Surabaya – Tongas (Probolinggo) – Sukapura – Cemorolawang – Lautan Pasir – G.Bromo

Jalur dan Rute ke Bromo dari Kabupaten Probolinggo

Tongas – Lumbang – Sukapura – Ngadisari – Cemoro Lawang – G. Bromo

Ketapang – Patalan – Sukapura – Ngadisari – Cemoro Lawang – G. Bromo

Jalur dan Rute ke Bromo dari Kabupaten Malang

Tumpang – Gubuk Klakah – Jemplang -Penanjakan – G. Bromo

Jalur dan Rute ke Bromo dari Kabupaten Pasuruan

Wonorejo – Warungdowo – Tosari – Wonokitri – Pananjakan – G. Bromo

Jalur dan rute ke Bromo dari Kabupaten Lumajang

Senduro – Bumo – Ranu Pane – G. Bromo

Transportasi


Kuda, naik kuda bisa jadi pilihan untuk berkeliling. Pengunjung bisa naik kuda untuk menuju puncak Gunung Bromo.

Jeep, menyewa jeep bisa jadi pilihan lain untuk berkeliling di kawasan Gunung Bromo.

Destinasi


Wisata Bukit

Bukit Teletubbies Bromo, salah satu tempat favorit banyak wisatawan di Gunung Bromo adalah bukit ini. Area ini menjadi spot foto terbaik selain untuk menikmati kecantikan gunung Bromo. Bukitnya dihiasi rerumputan hijau yang cantik. Bahkan rumput di sini nampak begitu rapi. [travelblogid | holamigo]

B 29 Argosari, tempat ini merupakan salah satu spot camping favorit yang ada di Gunung Bromo. Destinasi wisata yang satu ini merupakan puncak yang paling tinggi di kawasan ini, bahkan lebih tinggi dari penajakan 1. Tempat ini mempunyai udara yang dingin serta pemandangan yang indah. Ditambah dengan hamparan tumbuhan khas dataran tinggi menjadikan tempat wisata ini lebih menawan. [holamigo]

Penanjakan 1, salah satu lokasi yang sempurnya untuk menyaksikan pemandangan matahari terbit, yaitu Penanjakan 1. Lokasi ini merupakan bukit yang paling tinggi di antara bukit lainnya. Kecantikan sunrise di pagi hari dan lembah yang masih tertutup kabut bisa langsung disaksikan di sini. Jeep dan sepeda motor bisa digunakan untuk sampai ke tempat ini. [travelblogid | holamigo]

Penanjakan 2, walaupun lokasinya kalah tinggi dari bukit penanjakan 1, tapi akses menuju ke bukit ini jauh lebih mudah dan tantangannya juga lebih ringan. Walaupun jadi alternatif kedua, tapi tempat ini tak kalah indahnya dari  Bukit Penanjakan 1. [travelblogid | holamigo]

Bukit Mentigen, bukit ini adalah alternatif ketiga untuk spot pemandangan matahari terbit setelah Penanjakan 1 dan penanjakan 2. Dari area penginapan pengunjung cukup jalan kaki saja. Juga bisa ditempuh dengan jalan kaki dari hotel yang berada di Cemara Lawang. [travelblogid]

Bukit Kingkong, salah satu tempat yang kerap kali digunakan untuk menyaksikan keindahan sunrise di Bromo yang lainnya adalah Bukit Kingkong. Jaraknya sekitar 2,5 km dari penanjakan 1. Namun tempat ini begitu populer di kalangan wisatawan walaupun menjadi alternatif untuk menyaksikan sunrise. Mereka yang datang ke sini harus rela untuk berdesakan dengan wisatawan lain yang juga ingin melihat objek yang sama dari bukit ini. [travelblogid]

Bukit Cinta, deretan bukit dan keindahan sunrise adalah hal yang ditawarkan oleh bukit ini. Pada pagi hari, pengunjung bisa melihat keindahan lembah dan bukit yang masih ditutupi oleh awan kabut. Saat siang, pengunjung bisa menyaksikan pegunungan hijau dengan deretan bukit-bukit cantik meskipun sedikit panas. Letak bukit ini bersebelahan dengan bukit kingkong. [travelblogid | holamigo]

Wisata Alam

Padang Rumput Savana, Gunung Bromo juga memiliki padang rumput yang merupakan sebuah tempat yang berada di selatan timur gunung ini. Padang rumput savana terletak di sebuah lembah hijau sekelilingnya terdapat tebing-tebing menjulang tinggi serta beberapa punggungan gunung kecil. [travelblogid]

Pasir Berbisik, Sebelum tiba di kawah Gunung Bromo, pengunjung akan menyaksikan  hamparan pasir yang cukup luas. Nama hamparan pasir ini adalah pasir berbisik. Destinasi wisata yang menarik ini memiliki area yang cukup luas. Tempat ini menjadi spot favorit untuk berfoto. Selain itu, pengunjung menikmati kegiatan lain, di antaranya  menunggangi kuda dan mengendarai motor trail. Letaknya ada di sebelah timur puncak Bromo. [travelblogid | holamigo]

Kawah Bromo, di objek wisata ini pengunjung bisa menyaksikan secara langsung kecantikan kawah Bromo yang memukau. Untuk tiba di sini, pengunjung harus berjalan kaki sekitar 2 km dari lokasi parkir. Selain berjalan kaki, bisa juga menyewa kuda. Kemudian dilanjutkan dengan menaiki anak tangga untuk sampai di puncak kawah bromo. [travelblogid | holamigo]

Air Terjun Madakaripura, tak hanya wisatawan lokal, wisatawan mancanegara yang telah datang ke Bromo pasti akan berkunjung ke air terjun ini. Jaraknya yang tak begitu jauh dari Gunung Bromo. Ketinggian air terjun ini sekitar 620 mdpl. Dikenal sebagai tempat pertapaan Patih Gajah Mada, di air terjun ini terdapat patung yang sedang duduk bersila dengan gagah dan di bawahnya terdapat tulisan Madakaripura. Pengunjung harus trekking dulu dengan jarak sekitar satu kilo meter  untuk bisa sampai di lokasi. [travelblogid | holamigo]

Bromo Milky Way, merupakan fenomena keindahan malam yang bisa disaksikan di sekitar Gunung Bromo. Untuk mengambil gambar keindahan milky way ini, pengunjung harus tahu jadwal jam terbit dan arah milky way. Pengunjung juga dapat menggunakan aplikasi stelarium agar bisa melihat jam terbit dan arah terbitnya milky way. Pada bulan awal, sekitar januari, februari, maret, april, dan sekitaran bulan tersebut, milky way akan mulai terlihat sekitar pukul 01.00 sampai 04.00. Sedangkan di bulan September, oktober, November, dan sekitaran bulan tersebut, milky way biasanya mulai terlihat sekitar jam 19.00–23.00 WIB.

Gunung Batok, merupakan gunung berapi cokelat yang letaknya ada di bagian utara kaldera dengan ketinggian 2.440 m. Gunung ini sudah tak aktif lagi, berbeda dari puncak terdekat lainnya. Di atasnya terdapat bermacam-macam  vegetasi yang tumbuh. Tumbuhan yang hidup sebagian besar adalah pohon casuarina (cemara) yang bisa bertahan hidup bahkan dari abu vulkanik. [travelblogid]

Danau Ranupani dan Danau Regolo, kedua danau yang berdekatan dengan Desa Ranupani ini merupakan danau kecil yang selalu berkabut, berudara dingin, airnya jernih dan dikelilingi oleh vegetasi. ketinggian danu ini  sekitar 2.100 mdpl. Waktu yang paling dinanti para  pengunjung adalah ketika sunrise. Pemandangan danau terlihat semakin cantik saat matahari menyingsing. Tak jarang beberapa pengunjung ada yang memilih untuk berkemah di area danau. [travelblogid]

Wisata Religi

Pura Luhur Poten, tak hanya keindahan alam, Bromo juga punya tempat ibadah yang bernama Pura Luhur Poten. Pura ini merupakan tempat ibadah penduduk sekitar yang memeluk agama Hindu. Saat perayaan Nyepi, pura ini selalu ramai dikunjungi warga lokal yang akan melakukan ibadah. Biasanya saat perayaan umat Hindu ini kawasan Taman Nasional Bromo Tengger juga ikut ditutup untuk kenyamanan masyarakat yang ingin melakukan ibadahnya di pura ini. [travelblogid]

Wisata Desa

Desa Ranu Pani, tempat ini merupakan sebuah desa terakhir sebelum pengunjung sampe di Bromo Semeru. Desa ini termasuk dalam kawasan TNBTS. Di desa ini terdapat tiga danau yang ternama yaitu Ranu Pani. Fasilitas lain yang terdapat di tempat ini adalah homestay juga penyewaan alat camping. Ranu Pani selain mempunyai lokasi yang sangat indah keramahan masyarakat tengger membuat para wisatawan yang datang ke lokasi ini. Desa Ranu Pani bisa dengan mudah dicapai menggunakan kendaraan pribadi. Bisa juga ditempuh dengan menyewa jeep. [travelblogid]

Rumah-rumah Tengger, rumah-rumah penduduk tengger berwarna indah dan terlihat rapi. Mereka memiliki budaya yang unik. [travelblogid]

Aktivitas


Mendaki , ini adalah salah satu kegiatan favorit mereka yang datang ke Gunung Bromo, terutama bagi mereka yang hobi naik gunung. Setelah sampai, mereka bisa melakukan aktivitas seru lainnya. [travelblogid | holamigo]

Menyaksikan Sunrise yang spektakuler, selain mendaki alasan orang ke Gunung Bromo adalah pemandangan mataharinya yang luar biasa. Dari sudut Puncak Penanjakan dan sekitaranya, pemandangan matahari terbit terlihat megah. [travelblogid | holamigo]

Menunggang Kuda di Lautan Pasir, aktivitas seru lain yang bisa dilakukan untuk menikmati lautan pasir adalah dengan menunggang kuda. Tak perlu takut karena kuda akan dipegangi oleh pemiliknya. [travelblogid | holamigo]

Berpetualang di Lautan Pasir dengan Mobil Jeep, pengunjung akan menyaksikan padang pasir yang tampak seperti lautan di kawasan Gunung Bromo. Pengunjung bisa memilih petualangan seru dengan jeep off-road di lautan pasir. [travelblogid | holamigo]

Menyaksikan Sunset di Padang Rumput Savana, di akhir petualangan, pengunjung bisa menyaksikan matahari terbenam, pemandangan alam terbaik di sisi lain Bromo. Padang rumput ini terletak di seberang Laut Pasir tepatnya di sisi selatan gunung.

Menyaksikan Ritual Tradisional Yadnya Kasada, dalam kalender tradisional Hindu pada hari 14 bulan Kasada tiap tahunnya, orang Tengger melaksanakan ritual Yadnya Kasada. Tujuannya untuk menghormati Sang Hyang Widhi, yaitu Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, upacara ini juga ditujukan untuk menghormati Roro Anteng yang merupakan putri Raja Majapahit, dan Joko Seger yang adalah putra Brahmana. Pada acara ini, banyak orang akan melakukan perjalanan bersama untuk mendaki gunung, dan melemparkan persembahan ke dalam kawah gunung berapi. Pengorbanan yang dilemparkan antara lain ternak, sayuran, bunga, buah, dan uang. Semuanya ditawarkan sebagai ucapan rasa syukur karena jumlah hasil pertanian dan hewan ternak yang melimpah. Meskipun berbahaya, beberapa penduduk lokal rela turun ke bawah kawah dengan resiko tinggi  untuk mengambil barang yang dikorbankan. Mereka percaya bahwa barang-barang tersebut akan membawa keberuntungan. [travelblogid]

Menonton Jazz Gunung, acara musik tahunan ini diadakan di panggung terbuka di Java Banana Bromo tiap bulan Juli. Sejak 2009 acara unik ini diadakan untuk merayakan musik, alam, serta budaya. Pemandangan yang yang luar biasa dengan suhu sekitar 14-18 ° C di siang hari dan 6-6. 10 ° C di malam hari merupakan hal yang membedakan festival ini dari festival jazz yang lain yang diselenggarakan di Indonesia.

Menikmati Kopi Panas dan Pemandangan, sesudah lelah berpetualang, pengunjung bisa sejenak menyeruput secangkir kopi sambil menikmati keindahan Gunung Bromo. Ada beberapa restoran dan kafe yang meawarkan pemandangan Bromo yang terbaik.

Belanja


Di sekitar point area, untuk membeli cinderamata atau oleh-oleh, biasanya pengunjung membelinya di sekitar point area. Di sini terdapat banyak kios cinderamata yang menjual barang-barang seperti, topi kupluk, kaos atau t-shirt, syal dan lain-lain.

Di sekitar area laut pasir, di tempat ini terdapat para penjaja cinderamata yang menjual t-shirt atau kaos bertuliskan Gunung Bromo – Semeru.

Kuliner


Nasi Aron, penduduk Suku Tengger yang tinggal di kawasan Gunung Bromo, mereka mengonsumsi nasi aron, yaitu nasi bahannya dari jagung. Nasi ini mengenyangkan, teksturnya kenyal, tahan lama dan baik juga untuk menjaga kadar gula darah. Cara penyajiannya yaitu dihidangkan bersama balutan sayur daun ranti yang sama memiliki khasiat untuk mengatasi diabetes. Rasa pait pada daun ranti bisan menjadi lezat di tangan ahli masak dari suku Tengger. Tambahan sambal pedas membuat cita rasa nasi aron menjadi sempurna. Nasi aron khusus dijual di Desa Seruni yang berada di sekitar Penanjakan 2.

Sawut Kabut Bromo, makanan dari Bromo ini sudah populer sampai mancanegara. Sawut Kabut Bromo dibuat dari singkong yang diserawut kemudian dibentuk kerucut serupa gunung ataupun gumpalan-gumpalan kecil. Rasa sawut di tiap-tiap daerah yang ada di Bromo mempunyai cita rasa yang berbeda. Ini dipengaruhi oleh jenis ubi yang digunakan. Sawut kabut Gunung Bromo diberi taburan merbei hitam, irisan daun pandan dan mutiara merah untuk memperindah tampilannya dan membuat makanan ini tercium lebih sedap. Makanan ini sudah identik dengan penduduk Suku Tengger di wilayah Gunung Bromo.

Iga Pasir Bromo, namanya terdengar uni,  Iga pasir Bromo diolah dengan cara yang berbeda dari iga yang lain, yakni di tungku untuk memasaknya terdapat pasir. Cita rasa Iga ini yang cukup pedas dan panas menjadikannya santapan yang pas ketika berada di tempat yang sangat dingin. Makanan ini bisa dijumpai di warung-warung di dekat lokasi wisata Gunung Bromo.

Kerupuk Kentang Bromo, makanan ini dibuat dari kentang yang berwarna putih susu dengan ukuran yang lebar serta teksturnya renyah. Itu merupakan ciri khas keripik kentang dari daerah Bromo yang kebanyakan diproduksi di Probolinggo. Camilan yang diolah dengan cara tradisional ini bisa dijadikan  oleh-oleh.

Bledhus Tengger, bahan dasarnya tak beda dengan nasi aron tapi umumnya dibuat dari jagung putih yang direbus. Bledhus ini disantap dengan onde-onde supaya memberikan cita rasa yang lezat. Untuk yang tak terbiasa dengan rasa makanan ini mungkin rasanya terasa aneh tapi sesudahnya orang akan ketagihan.

Minuman Herbal Pokak, minuman yang berasal dari Bromo ini mempunyai khasiat menyembuhkan. Bahan utamanya minuman khas Bromo ini adalah jahe, daun pandan, gula, serei, keningar, dan cengkeh. Bahan herbal ini dipercaya bisa mengatasi bermacam penyakit di antaranya batuk, ginjal, pusing kepala, rematik, dan untuk membuat badan jadi lebih hangat. Harga satu pokak sekitar Rp20.000 rupiah.

Keripik Jahe, berbahan dasar jahe dan kelapa , camilan yang jadi oleh-oleh khas Bromo ini memiliki cita rasa gurih-gurih pedas. Salah satu penghasil keripik jahe ini berada di Desa Pasrujambe, di daerah Lumajang.

Madu murni, di Indonesia banyak daerah yang menjadi penghasil madu murni, salah satunya hutan Gunung Bromo yang terletak di Pasuruan. Madu ini bagus jika dikonsumsi secara rutin supaya bisa menjaga kesehatan dan mengatasi beberapa masalah kesehatan lainnya seperti kekebalan tubuh, sariawan, dan lain-lain.

Penginapan


Di sekitar Taman Nasional Bromo Semeru Tengger, di sini banyak pilihan akomodasi untuk menginap.

Cemoro Lawang, daerah ini tidak pernah kekurangan tempat untuk menginap karena di sini tersedia beberapa hotel dan hostel. Hampir tiap rumah di sini merupakan homestay.

Sukapura, jika mencari tempat menginap yang lebih nyaman, Sukapura adalah pilihan yang tepat karena di sini tersedia hotel berbintang dengan fasilitas lebih.

Tosari / Wonokitri, di tempat ini tersedia cottage dengan kamar yang banyak dan juga homestay.

Darurat


Kantor Taman Nasional Bromo – Tengger – Semeru: +62 341 491828

Email: @malang.wasan-tara.net.id

Polisi

Polsek Tosari: (0343) 571300

Polsek Poncokusumo: (0341) 787510

Polsek Paiton: (0343) 571300

Polsek Dringu: (0335) 421617

Polsek Pasrepan: (0343) 441044

Rumah Sakit

Ponkesdes ngepung: 0856-4686-2147

RS. Lawang Medika: (0341) 420888

RS. Tio: 0833-5575-5472

RSD Dr. R Soedasono: (0343) 421073

RSD Dr. R Soedasono: (0343) 421073

Bromo

Untuk melihat paket Tour Bromo, klik di sini.

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *